Monday, 18 February 2013

CANDA TAPI CELAKA



Keheningan malam itu tiba-tiba terpecahkan oleh gelak tawa beberapa remaja yang duduk-duduk di pos kampling yang terletak di pertigaan jalan desa. Tak jelas, apa yang mereka perbincangkan, tetapi yang jelas tawa mwreka cukup memekakkan telinga.....

Memang , kebiasaan yag tak bisa lepas dari kehidupan remaja adalah suka ngumpul/ kongkow-kongkow kecuali mereka yang mendapat rahmat dari Allah. Kalo sudah begini, aktifitas bergurau dan kelakar tak dapat di hindari. Kalo bergurau dan kelakar masih dalam batas-batas tertentu masih bisa di tolerir. Tapi kalo sudah kelwatan di bimbui dengan dusta dan kebohongan dengan tujuan untuk membuat temanya pada ketawa, maka canda akan menjdi masalah yang tak bisa di anggap enteng
Berikut kami cuplikan fakta yang terkait dengan gurauan dalam islam.
            Sebuah pertanyaan di ajukan kepada Syaikh Ibn Bas (salah seorang ulama besar dari negri Saudi Arabia), “ apa hukum gurauan dalam pandangan agama kita, Islam? Perlu di ketahui bahwa hal itu bukan termasuk kata-kata yang meng hina agama, mohon fakta dari anda semoga anda di beri pahala?”
            Beliau menjawab, “ bersenda gurau apabila hag (benar-red) maka tidak ada larangan. Apabila fekuensi pelaksanaanya tidak sering di lakukan. Rosulullah sendiri pernah bercanda namun beliau tidak mengeluarkan ucapan kecuali yang benar saja. Adapun canda yang mengandung kebohongan dan dusta, maka hal itu tidak di perkenankan berdasar hadits Nabi.
Hadis:

“Celaka bagi orang yang bebicara, lalu berdusta, untuk membuat orang lain tertawa dengan ucapanya. Celaka baginya.”( riwayat abu daud, at tirmidzi, an nasai dengan sanad yang baik)
SUMBER :       
ELFATA            , edisi 05 volume 08 2008

No comments:

Post a Comment