Keheningan malam itu tiba-tiba
terpecahkan oleh gelak tawa beberapa remaja yang duduk-duduk di pos kampling
yang terletak di pertigaan jalan desa. Tak jelas, apa yang mereka
perbincangkan, tetapi yang jelas tawa mwreka cukup memekakkan telinga.....
Memang , kebiasaan yag tak bisa lepas dari kehidupan
remaja adalah suka ngumpul/ kongkow-kongkow kecuali mereka yang mendapat rahmat
dari Allah. Kalo sudah begini, aktifitas bergurau dan kelakar tak dapat di
hindari. Kalo bergurau dan kelakar masih dalam batas-batas tertentu masih bisa
di tolerir. Tapi kalo sudah kelwatan di bimbui dengan dusta dan kebohongan
dengan tujuan untuk membuat temanya pada ketawa, maka canda akan menjdi masalah
yang tak bisa di anggap enteng
Berikut kami cuplikan fakta yang terkait dengan
gurauan dalam islam.
Sebuah pertanyaan di ajukan kepada
Syaikh Ibn Bas (salah seorang ulama besar dari negri Saudi Arabia), “ apa hukum
gurauan dalam pandangan agama kita, Islam? Perlu di ketahui bahwa hal itu bukan
termasuk kata-kata yang meng hina agama, mohon fakta dari anda semoga anda di
beri pahala?”
Beliau menjawab, “ bersenda gurau
apabila hag (benar-red) maka tidak
ada larangan. Apabila fekuensi pelaksanaanya tidak sering di lakukan.
Rosulullah sendiri pernah bercanda namun beliau tidak mengeluarkan ucapan
kecuali yang benar saja. Adapun canda yang mengandung kebohongan dan dusta,
maka hal itu tidak di perkenankan berdasar hadits Nabi.
Hadis:
“Celaka
bagi orang yang bebicara, lalu berdusta, untuk membuat orang lain tertawa dengan
ucapanya. Celaka baginya.”( riwayat abu daud, at tirmidzi, an nasai dengan
sanad yang baik)
SUMBER :
No comments:
Post a Comment